Jurnalisme desa hadir didorong oleh dua hal, lahirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta pengaruh teknologi global. Demikian disampaikan Lukas Ispandriarno, Dosen Fisipol Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam Workshop Jurnalisme Desa, yang diselenggarakan Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) berkerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, bertempat di ruang Seminar Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM, akhir April lalu.

Lukas mengatakan kehadiran UU Desa, sebagaimana tujuan pengaturan desa, mendorong partisipasi masyarakat desa. “Lahirnya UU Desa ini diharapkan mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat untuk pengembangan potensi dan Aset guna kesejahteraan bersama,” jelas Lukas.

Hal ini tentu saja sejalan dengan apa yang disampaikan Kovach dan Rosenstiel dalam bukunya Sembilan Elemen Jurnalisme, bahwa jurnalisme merupakan sistem yang dilahirkan masyarakat untuk memasok berita dan memengaruhi hidup manusia, pikiran, budayanya. Tujuan jurnalisme menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar bisa hidup merdeka dan mengatur diri sendiri.

“Dengan jurnalisme desa, masyarakat desa keluar dari lingkaran keheningan (spiral of silence). Desa yang selama ini adalah kelompok minoritas diangkat media (jurnalisme) untuk bersuara sehingga mengubah kebijakan publik (berpihak pada mereka),” papar Lukas.

Hanya saja, lanjut Lukas, perkembangan dunia online saat ini memberikan banyak tantangan. Salah satunya mengenai kesungguhan untuk melakukan nilai-nilai seperti akurasi, verifikasi sebelum publikasi, keberimbangan, imparsialitas.

Sedangkan Anang Zakaria, dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta menyampaikan bahwa jurnalisme desa merupakan bagian dari jurnalisme warga, yakni kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. “Tipe jurnalisme seperti ini akan menjadi paradigma dan tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita pada masa mendatang,” tandasnya.

(er)