menteri pertanian amran sulaiman rumah suluhPertanian Indonesia menghadapi lima persoalan besar yang sangat berpengah terhadap produktivitas pangan. Kelima persoalan tersebu menjadi target penataan untuk mencapai swasembada pangan yang dicanangkan tercapai tiga tahun kedepan.

Demikian yang disampaikan Menteri Pertanian Amram Sulaiman dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Jum'at (16/1) lalu. Persoalan pertanian tersebut, antara lain irigasi, benih, pupuk, alat mesin pertanian serta penyuluh lapangan.

Irigasi, menurut Amran kondisinya cukup parah. Sebab 52 persen dari jaringan irigasi di Indonesia rusak. "Bahkan ada disatu provinsi jaringan irigasi yg rusak mencapai 82 persen," ujar Amran.

Persoalan benih, menurut Amran ialah tidak terserapnya benih yang ada. Tingkat keterserapan benih hanya 20 persen.

Persoalan pupuk juga sangat krusial. Sebab apabila pupuk tidak ditata dan petani terlambat mendapatkan pupuk, potensi penurunan produksi padi mencapai 4 juta ton.

"Untuk itulah kita, yang didukung penuh pak presiden membuat penunjukan langsung pupuk, agar ketersediaan pupuk untuk petani terjamin," jelas Amran.

Untuk meningkatkan produksi pertanian, Kementerian pertanian juga melakukan pengadaan alat mesin pertanian. Kita akan menyediakan 60.000 alat mesin pertanian, berupa traktor, dan lainnya. "Ini adalah pengadaan mesin pertanian terbesar dalam sejarah Indonesia," ujarnya.

Pengadaan alat mesin pertanian ini juga diharapkan meningkatkan minat anak muda untuk menekuni pertanian. Seperti kita ketahui jumlah petani semakin hari semakin berkurang. "Bayangkan saat ini 500 ribu KK petani berpindah menjadi non petani dalam setahun," jelas Amran.

Persoalan terakhir ialah penyuluh lapang pertanian. Dalam setahun, akibat kurangnya penyuluh lapangan kita kehilangan peluang produksi 3 juta ton gabah kering giling.

Amran juga berharap masyarakat dapat berperan melakukan pengawasan terhadap kelima persoalan tersebut. "Jika ada benih yang buruk, pupuk terlambat atau alat mesin pertanian yang tidak digunakan semestinya, lapor kesaya," tandasnya.